Kolaborasi Digitalisasi Keuangan untuk Kinerja UMKM Lebih Baik

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Azis Syamsudddin meminta Pemerintah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi meningkatnya serapan tenaga kerja di sektor UMKM.

Dalam hal ini perlu komitmen Pemerintah untuk membantu pelaku UMKM dari sisi permodalam, salah satunya dengan mendorong kolaborasi dengan pelaku fintech lending (pinjaman) dan perbankan bagi pelaku ekonomi riil.

“Pemerintah bisa memberikan bantuan pembiayaan berbasis digital agar UMKM cepat pulih kembali dan memaksimalkan kinerja dalam rangka berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional,” katanya di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Politisi Golkar itu melihat masih banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang semakin membutuhkan pembiayaan di tengah pandemi Covid-19 ini. Perlu komitmen pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional yang mampu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia untuk menjadi jembatan menuju perbaikan kesejahteraan masyarakat.

“Target pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kisaran pada 5% di 2021 tak lepas dari kontribusi besar UMKM yang berjumlah 62,9 juta unit usaha menyerap 97% tenaga kerja Indonesia serta berkontribusi terhadap 60% dari Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Azis menjelaskan berdasarkan amanat stranas pengembangan ekonomi digital nasional. Bagian Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mensosialisasikan fintech yang sudah diverifikasi oleh OJK guna memastikan keamanan fintech yang akan menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sekaligus menjadikan UMKM yang berliterasi digital, kreatif dan inovatif, masuk di dalam ekosistem ekonomi digital serta didukung oleh  regulasi dan kebijakan yang memadai.

“Agar implementasi PEN 2021 berjalan maksimal dengan prioritas upaya penyelamatan UMKM melalui  pemberian stimulus agar UMKM mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Pemerintah perlu memastikan fintech pinjaman dapat menjangkau masyarakat kecil yang masih belum terjangkau oleh layanan perbankan,”jelasnya.

Terakhir, Azis meminta kepada seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) dan masyarakat agar mendukung usaha UMKM dengan menggunakan produk-produk hasil UMKM, sehingga roda perekonomian pelaku UMKM dapat terus berputar dan mampu bersaing dengan dunia usaha lainnya.

“Mengimbau kepada pelaku UMKM agar mampu beradaptasi di tengah situasi pandemi Covid-19 dan bertahan tidak semata bergantung pada insentif Pemerintah dan permodalan dari bank atau jasa keuangan lainnya, namun dapat dengan melakukan digitalisasi layanan, pengembangan peta jalan dan model bisnis,” tutupnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleSektor Transportasi Udara Harap GeNose C19 Digunakan Penumpang Pesawat Udara
Next articleKecamatan Tanjung Balai Juara Umum MTQ Asahan ke-52

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here