Subsidi Gaji, Baru 7,5 juta Rekening Pegawai Tervalidasi

Jakarta, PONTAS.ID – BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mengaku telah melakukan validasi data terhadap 13,6 juta rekening pekerja yang akan menerima subsidi gaji dari pemerintah.

Adapun, data ini berasal dari 15,7 juta target penerima bantuan yang merupakan peserta aktif di BP Jamsostek.

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, menuturkan, proses validasi dilakukan dalam tiga tahap, yakni validasi melalui sistem perbankan, validasi sesuai kriteria Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker), serta validasi nomor rekening dan ketunggalan peserta.

“Dari data yang sudah valid, inilah merupakan data calon penerima subsidi upah yang siap ditransfer dananya. Tahapan validasi cukup berlapis, kita ingin pastikan betul data yang disampaikan sudah sesuai dengan kriteria dan yang tercatat di BP Jamsostek,” kata Agus, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (22/8/2020).

Per kemarin, sambung Agus, 9.332.386 rekening dari 13.600.840 rekening dinyatakan valid sesuai proses di perbankan. Sementara itu, ada 51.859 rekening yang datanya tidak sesuai dengan data di perbankan, sehingga dikirim kembali ke perusahaan untuk diperbaiki.

“Dari yang masuk masih ada yang belum divalidasi, 4.216.595 rekening. Ini tapi gateway by system. Tentunya angka ini akan berubah setiap detik karena ada proses,” bebernya.

Kemudian dari data yang valid tersebut, sebanyak 8.177.261 rekening sesuai dengan validasi dari kriteria yang ditetapkan Permenaker. Sedangkan, sisanya sebanyak 1.155.125 rekening dinyatakan tidak valid karena tidak sesuai kriteria Permenaker.

Diketahui, sesuai dengan Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, kriteria penerima adalah warga negara Indonesia (WNI), pekerja/buruh penerima upah, terdaftar sebagai peserta aktif BP Jamsostek sampai dengan Juni 2020, tenaga kerja aktif yang membayar iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta, dan memiliki rekening bank aktif.

Lalu dari data valid tadi, BP Jamsostek melakukan validasi rekening dan ketunggalan peserta. Hasilnya sebanyak 7.509.549 rekening dinyatakan valid, sedangkan sisanya sebanyak 667.712 rekening masuk kategori tidak valid.

“Jadi, kita ingin hanya ada satu rekening bank untuk satu pekerja. Yang tidak valid ini kita kembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki dan dikembalikan ke BP Jamsostek untuk validasi ulang,” pungkasnya.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articlePT KAI Beri Diskon Tiket Kereta Hingga 50 persen, Mau?
Next articleLibur Panjang, Frekuensi Penerbangan di Bandara Soetta Naik 45 persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here