Jokowi Bicara Lompatan Besar, Demokrat: RI Terjerumus di Ekonomi Minus 5,3%

Wasekjen Partai Demokrat, Irwan. (Foto: jpnn)

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia mengambil momentum krisis pandemi virus Corona (COVID-19) untuk melakukan lompatan besar. Partai Demokrat (PD) menilai Indonesia bukan sedang melakukan lompatan besat, tapi terjerumus dalam pertumbuhan ekonomi yang minus.

“Bicara lompatan besar dalam momentum krisis ini pemerintah juga ketinggalan. Bukan lompatan besar yang diraih, tetapi terjerumus dalam pertumbuhan ekonomi minus 5,32%,” kata Wasekjen PD Irwan kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Menurut Irwan, kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi Corona belum terbukti. Dia menilai kinerja pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi juga lamban.

“Dalam hal reformasi fundamental, dalam cara pemerintah bekerja juga tidak terbukti. Faktanya, presiden sampai harus berkali-kali marah pada pembantunya karena lamban dalam bekerja menangani COVID-19 dan dampaknya,” sebut Irwan.

“Kesiapsiagaan dan kecepatan kerja kabinet Jokowi seperti kalau tidak ada peristiwa COVID-19 biasa-biasa saja, malah cenderung lamban,” imbuhnya.

Anggota DPR RI itu melihat realisasi bantuan yang diberikan pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi juga rendah. Karena itu, sebut Irwan, para menteri harus bisa memanfaatkan momentum krisis seperti yang disampaikan Jokowi.

“Di masa pandemi COVID-19 ini bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, UMKM, korban PHK, Program Kartu Prakerja, realisasinya masih juga rendah. Bahkan, BPJS dan tarif listrik naik dan banyak iuran atau pajak ditarik dari rakyat. Perkembangan COVID-19 juga terus bertambah tiap harinya,” papar Irwan.

“Saya sepakat dengan Pak Jokowi, pemerintah harus belajar cepat dari krisis kembar ini. Pembantu presiden harus bisa manfaatkan momentum krisis ini dengan melakukan lompatan kemajuan, untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar dengan melaksanakan strategi besar. Jika tidak, maka, bangsa ini bisa makin terjerumus dalam pandemi berikut dampaknya,” sambung dia.

Irwan berharap pemerintah sungguh-sungguh menyelamatkan masyarakat keluar dari krisis akibat pandemi. Menurutnya, Hari Kemerdekaan ke-75 RI bisa dijadikan momentum memperbaiki kinerja.

“Harapan saya di hari kemerdekaan ini pemerintah jangan bicara saja, harus benar-benar berjuang selamatkan dan sejahterakan rakyat. Harapan rakyat perjuangan kita semua. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit,” tutup Irwan.

Sebelumnya, dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR-DPD, Presiden Jokowi menyinggung sejumlah hal. Salah satunya, Jokowi mengajak bangsa Indonesia mengambil momentum krisis akibat pandemi virus Corona untuk melakukan lompatan besar.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar,” kata Jokowi dalam Sidang Bersama DPR-DPD, di kompleks parlemen.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here