Pengunjung Mal akan Dibatasi, APPBI: Tak Pengaruhi Omzet

Beberapa gerai yang ada di pusat perbelanjaan sekitar MH Thamrin-Bundaran HI

Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan resmi memutuskan akan memberlakukan transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam transisi tersebut dikatakan mal akan dibuka dengan syarat jumlah pengunjung harus dibatasi sebesar 50 persen.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja ( APPBI) Stefanus Ridwan mengklaim, meski jumlah pengunjung dibatasi, hal itu tidak akan berpengaruh pada jumlah omzet yang akan didapatkan.

“Saya kira walaupun pengunjung dibatasi 50 persen, omzet pasti lebih lah, enggak berpengaruh. Karena menurut saya ketika dibuka nanti orang-orang yang datang bukan mereka yang sekadar numpang ngadem saja tapi yah memang punya tujuan berbelanja baju, jeans atau makan,” kata Stefanus, Minggu (7/6/2020).

Stefanus juga menyebut dengan diperbolehkannya mall yang akan dibuka tanggal 15 Juni 2020 nanti atas izin dari Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, Asosiasi menyambutnya dengan baik. Dengan begitu dia berharap dapat membuat roda ekonomi Indonesia berputar.

“Pak Anis bilang mall mau dibuka itu suatu hal yang bagus lah. Ekonomi bisa hidup lagi, karyawan bisa bekerja dan para pemasok serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa gerak lagi,” jelasnya.

Selain itu Stefanus juga mengatakan ketika mall dibuka nanti, asosiasi telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) berupa protokol kesehatan yang ketat yang nantinya harus diterapkan.

Misalnya, mewajibkan para pengunjung memakai masker, sebelum masuk pengunjung harus mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan dan wajib dilakukan pengecekan suhu tubuh.

“Kalau suhu tubuh pengunjung lebih dari 37,7 derajat, kita larang masuk lah pastinya,” katanya.

Di samping itu ketika ditanyakan mengenai jumlah mal yang nantinya akan dibuka, Stefanus menyebut semua mall di Jakarta diharapkan bisa kembali dibuka. Dengan begitu para karyawan dan tenant lainnya akan sangat terbantu.

“Jadi bukanya mall ini bukan gara-gara mau untung banyak tapi kita buka untuk menyelamatkan karyawan-karyawan yang enggak kerja dan bisa mendapat penghasilan lagi,” pungkas dia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

Previous articleDPR Minta TNI Investigasi soal Jatuhnya Helikopter TNI AD
Next articleBI Siap Ikuti Protokol Pemerintah Hadapi New Normal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here