DPR akan Cermati Draf RUU Ketahanan Keluarga yang Kontroversial

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Draf RUU Ketahanan Keluarga yang beredar memunculkan kontroversi. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku akan mencermati satu per satu pasal yang terkandung dalam draf itu.

“Tentunya UU Ketahanan Keluarga itu adalah usulan perseorangan, bukan usulan dari fraksi yang nantinya akan kita sama-sama cermati,” ujar Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

RUU itu diketahui diusulkan 5 anggota DPR lintas fraksi yaitu Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani dari Fraksi PKS, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, Ali Taher dari Fraksi PAN, serta Endang Maria dari Fraksi Partai Golkar.

Dasco sendiri berasal dari Fraksi Partai Gerindra tapi menegaskan bila usulan RUU itu bukan dari fraksinya melainkan perseorangan.

“Kita juga tidak ada pengen ada UU yang kemudian nanti menuai kontroversial yang menurut beberapa kalangan ada beberapa hal yang perlu dicermati. Oleh karena itu nanti kita sama-sama cermati niat baik dari kawan-kawan yang mengusulkan UU ini secara perseorangan,” ucap Dasco.

Dia memahami adanya sejumlah pasal yang menuai kontroversi. Nantinya Dasco mengaku akan membahasnya dengan Badan Legislasi (Baleg).

“Ya justru karena ada beberapa kontroversi, kita akan sama-sama cermati dalam pembahasan dan sinkronisasi di Baleg nanti,” imbuh Dasco.

Ketika ditanyakan apakah Fraksi Gerindra mengetahui usulan RUU Ketahanan Keluarga berasal anggotanya yaitu Sodik Mudjahid, Dasco mengatakan RUU tersebut sudah ada sejak DPR periode tahun lalu. Dia mengatakan Gerindra akan menginventarisasi pasal yang kontroversial.

“Usulan inikan pada periode yang lalu, dan baru kemudian akan disinkronisasi sekarang dan ini akan kita sama-sama cermati dan sama-sama membuat daftar inventarisasi masalahnya,” imbuh Dasco.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here