Sofyan Djalil Serius Berantas Mafia Tanah 

Jakarta, PONTAS.ID – Penanganan kasus sengketa dan konflik pertanahan khususnya pemberantasan mafia tanah yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Tim Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Tanah, tentunya terdapat kendala dan hambatan yang dihadapi. Untuk itu, perlu koordinasi agar tercipta solusi penyelesaian atas kendala dan hambatan yang dihadapi.

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan solusi penyelesaian kasus sengketa dan konflik pertanahan sangat penting, karena masih terdapat permasalahan yang menyangkut pertanahan. “Salah satu yang menyebabkan Ease of Doing Business (EoDB) rendah di Indonesia karena dianggap masalah pertanahan ini belum cukup baik,” ungkap Sofyan A. Djalil saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Tanah yang diselenggarakan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Menurut Sofyan A. Djalil, segala aktivitas ekonomi yang nantinya akan menciptakan lapangan pekerjaan pasti memerlukan tanah. “Kalau kita tidak bereskan masalah pertanahan ini, maka ekonomi tidak bisa tumbuh, investasi tidak berjalan maka lapangan kerja tidak tercipta,” terangnya.

“Efek panjangnya akan terjadi masalah keselamatan negara. Seperti di negara yang berkonflik, salah satu penyebabnya adalah masalah ekonomi, banyaknya pengangguran karena tidak tercipta pertumbuhan ekonomi,” tambah Sofyan A. Djalil.

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN mengucapkan terima kasih dan mengajak kepada seluruh peserta rapat koordinasi untuk terus tuntaskan kasus sengketa dan konflik pertanahan demi masa depan bangsa. “Untuk kebaikan anak, cucu dan bangsa kita, maka kita harus tuntaskan masalah ini. Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih sekali kepada aparat penegak hukum yang telah kerja baik selama ini,” ucap Sofyan A. Djalil.

“Kita sikat semua mafia tanah itu karena kalau kita bisa sikat mafia maka akan tercipta tanah yang tertib, maka investasi akan lebih mudah, dari situ akan tercipta lapangan kerja yang cukup bagi anak dan cucu kita,” pungkas Menteri ATR/Kepala BPN.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga pemberian penghargaan dari Kementerian ATR/BPN kepada 14 orang Tim Satuan Tugas (satgas) Pencegahan Mafia Tanah yang telah berjasa dalam pemberantasan mafia tanah.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

Previous articleKadernya Belum Gabung ke Pemerintahan, Hanura Ikhlas Dukung Pemerintahan Jokowi
Next article100 Persen DPD/DPC Hanura Dukung OSO Jabat Ketum Hanura Kembali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here