Gubernur Dominggus Mandacan Raih Gelar ‘Hero’

Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerima penghargaan sebagai Pahlawan Konservasi Global atau Global Conservation Hero yang diberikan oleh Conservation international (CI).

Penghargaan ini diterima Dominggus dalam acara malam penganugerahan (gala dinner) di Milk Studios, Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat pada hari Sabtu (8/6/2019) malam waktu setempat.

Dominggus mengatakan, penghargaan yang diterimanya merupakan bentuk pengakuan dunia internasional atas upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menjaga hutan dan laut.

“Serta penghargaan atas pemenuhan hak-hak masyarakat asli Papua Barat dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan,” ujar Dominggus yang diedarkan kepada media, Seni (10/6/2019).

Dominggus menjelaskan, salah satu keberhasilan pihaknya adalah penerbitan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat yang telah disahkan DPRD Papua Barat tanggal 20 Maret 2019 lalu.

“Perda yang juga dikenal dengan nama ‘Perdasus Provinsi Konservasi’ ini, merupakan yang pertama di Indonesia dan bahkan di dunia untuk tingkat provinsi,” terang dia.

Di dalam Perdasus Provinsi Konservasi itu dinyatakan bahwa Papua Barat menetapkan minimal 50 persen dari wilayah lautnya sebagai kawasan konservasi perairan dengan 20 persen di antaranya masuk dalam zona larangan tangkap (no take zone).

“Memperketat berbagai perizinan untuk perkebunan skala besar, secara eksplisit menyebutkan kebutuhan mengembangkan ekonomi hijau, memperbesar akses pemanfaatan dan bagi hasil sumberdaya alam untuk masyarakat adat,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO Conservation International, M Sanjayan mengungkapkan, dengan kebijakan tersebut, setidaknya 70 persen lahan di sana akan dilindungi untuk masa depan.

Papua Barat memang dikenal salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di Bumi,  yang berada di jantung segitiga terumbu karang dunia (world coral triangle).

Sekitar 75 persen dari seluruh spesies karang keras (hard coral)  dunia ditemukan di perairan Papua Barat.

“Di darat, hampir 90 persen wilayah Papua Barat masih merupakan kawasan hutan dan pemerintah daerah telah berkomitmen mempertahankan setidaknya 70 persen kawasan hutan untuk kesejahteraan kehidupan masyarakat,” kata Sanjayan.

Penulis: Mohammad Abriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here