Kemenpar Ajak Masyarakat Sulut Semakin Sadar Wisata

Jakarta, PONTAS.ID – Analis Kebijakan Madya pada Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rinto Taufik Simbolon mengatakan perlunya pengetahuan Sadar Wisata dan Sapta Pesona dalam pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, dalam Workshop Sadar Wisata yang digelar di Hotel Gran Puri Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rinto mengajak masyarakat Sulut agar semakin sadar wisata dalam upaya pengembangan potensi pariwisata, sehingga semakin menyejahterakan wilayah tersebut.

“Untuk mengembangkan pariwisata di Sulut diperlukan rekomendasi dan sinergi baik pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media dalam pengembangan destinasi pariwisata atau desa wisata di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara,” kata Rinto dalam siaran pers Kemenpar, Selasa (14/5/2019).

Sementara itu Kasubbag Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Anita Samba menuturkan bahwa untuk mendorong masyarakat Sulut semakin sadar wisata mengingat besarnya potensi pariwisata di kawasan itu, maka digelar Workshop Sadar Wisata kepada pelaku usaha wisata.

“Kami mengundang sekitar 50 perwakilan dari SKPD terkait Provinsi Sulawesi Utara, Para Pokdarwis, Pengelola Destinasi Pariwisata, Pengelola Desa Wisata, pelaku usaha masyarakat termasuk kuliner, kerajinan, seni budaya, dan pemandu wisata,” ujarnya.

Anita berharap kegiatan itu bisa menggali potensi usaha pariwisata atau masyarakat dan sekaligus menyinergikan dalam pengelolaannya.

“Upaya ini diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang sadar wisata dan pengembangan destinasi pariwisata/desa wisata,” tutur dia.

Pihaknya juga berharap workshop itu bisa memberikan pemahaman dalam menciptakan unsur-unsur Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan) di wilayah atau destinasi atau desa wisata, sekaligus memberikan pemahaman tentang pelayanan yang baik terhadap tamu atau wisatawan.

Workshop itu ke depan diharapkan mampu membangun sinergitas kegiatan berupa partisipasi dan kontribusi antar SKPD dan stakeholder dalam pengembangan SDM pariwisata.

Di samping juga untuk meningkatkan kapasitas masyarakat setempat agar mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan kepariwisataan.

“Ini juga untuk menjadikan masyarakat yang aktif dan terlibat langsung dalam mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona di destinasi atau desa wisata sekaligus menjadikan masyarakat lebih memiliki keterampilan dan sikap peserta sebagi tuan rumah yang baik dalam melayani wisatawan,” tukasnya.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here