Sebut Indonesia Sedang Deindustrialisasi, JK Bantah Prabowo

Jakarta, PONTAS.ID – Capres no urut 02 Prabowo Subianto menyebut saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi. Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah pernyataan Prabowo tersebut

“Saya sudah jelaskan, bahwa tidak benar itu terjadi deindustrialisasi, karena perkembangan industri kita 5 persen per tahun. Berkembang, tidak ada yang berkurang. Cuma pernah akibat harga-harga komoditi naik maka pertambangan, pertanian naik,” ujar Kalla saat ditemui Indonesa Convention Exhibition BSD, Tangerang Selatan, Senin (15/4/2019).

Pria akrab disapa JK justru mengklaim, industri menyumbang 21 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2014-2017. Karena itu, ia mengatakan, Industri merupakan penyumbang terbesar dalam struktur PDB Indonesia.

“Industri seperti disampaikan tadi oleh Saudara Menteri Perindustrian, tetap menjadi sektor tertinggi dalam GDP kita, PDB kita. Yang pada tahun 2014-2017 kurang lebih rata-ratanya 21,30 persen,” tutur bekas Ketum Golkar ini.

“Artinya adalah, industri tetap yang tertinggi, sektor tertinggi dalam pendapatan nasional. Karena itulah maka industri tetap berkembang dan tak akan terjadi deindustrialisasi,” lanjut dia.

Sebelumnya dalam debat kelima, Capres no urut 02 Prabowo Subianto mengatakan saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi.

“Kalau negara lain industrialisasi, kita deindustrialisasi. Sekarang bangsa Indonesia tidak produksi apa-apa,” ujar Prabowo dalam pemaparan visi dan misi pada segmen pertama debat terakhir di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here