Jokowi – Amin akan Hadir Bersama Kampanye Akbar di Banten Besok

Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir

Jakarta, PONTAS.ID – Calon presiden Jokowi dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin akan  hadir bersama pada hari pertama kampanye rapat umum atau kampanye akbar pada Minggu (24/3). Mereka dijadwalkan berkunjung ke GOR Maulana Yusuf, Serang, Banten.

Menurut Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Jokowi dan Ma’ ruf akan berkampanye berbarengan pada hari terakhir rapat umum, yakni pada 13 April di Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Ya berbarengan, kita mengalokasikan dua kali untuk secara bersamaan. Bapak Kiai Ma’ruf punya hal (agenda) lain. Waktunya mepet makanya kita harus efisien. Jurkamnas harus disebar keseluruhan di titik zona A dan B,” ungkapnya di Posko Cemara, Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan bahwa Jokowi menyutujui konsep panggung Indonesia sentris yang akan didesain lebih dekat dengan rakyat. Hal itu sesuai filosofi Jokowi, yaitu kerakyatan.

“Beliau menyetujui konsep panggung itu. Beliau sendiri sangat senang dengan konsep ini karena benar-benar seperti yg selama ini beliau lakukan, turun-turun ke jalan. Beliau ingin disekelilingi rakyat da dekat dengan mereka,” ucap Erick

Pengamanan di lokasi saat lakukan kampanye rapat umum, kata Erick, akan dijaga dengan baik. Namun, ia mengaku Jokowi sering melakukan kegiatan yang tak terduga selama melakukan kunjungan.

“Cuma ya memang kadang-kadang teman keamanan kesulitan, karena Pak Jokowi ini lebih egaliter. Dimana beliau bisa saja langsung berhenti dari mobil, turun langsung. Seperti yang beliau lakukan, contohnya waktu ke Semarang. Malam-malam ke kampung Nelayan,” katanya.

Jokowi juga akan mengampanyekan hal-hal positif ke depan. Hal ini yg kita jaga. Beliau juga menyampaikan hal-hal yang strategik seperti kontinuitas pembangunan sumber daya manusia kedepan.

“Yang penting, kita punya DNA yang kita jaga. Salah satu DNA kami, itu tidak punya agenda ingin membubarkan Indonesia, memecah belah Indonesia. Kami tidak punya agenda itu, karena apa? Filosofi kami itu jelas. Pemilu lima tahun sekali tapi Indonesia 100 tahun merdeka harus ada,” ucap Erick.

“Ataupun DNA lain yang juga sudah saya bicarakan. Kita sudah sangat teratur dan kita tidak mau terjebak daripada hal-hal yang menghalkan segala cara apalagi Bawaslu sangat bagus. Ada mengenai rumah ibadah tidak boleh sebagai tempat kampanye. Ini yang harus kita jaga,” tandasnya.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here