Separuh Anggota DPRD DKI Setuju Lepas Saham Bir, Gerindra Terus Lobi

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Taufik mengungkapkan bahwa lebih dari separuh anggota dewan sudah menyetujui pelepasan saham milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di PT Delta Djakarta.

Dan Gerindra, masih terus melakukan upaya lobi kepada seluruh fraksi. Menurut Taufik, pendekatan penting dilakukan agar persetujuan DPRD DKI bisa didapatkan, rencana Pemprov DKI untuk menjual saham produsen Anker Bir tersebut bisa terlaksana.

“Saya lagi komunikasi terus. Dan saya kira sudah nambah yang setuju. Insya Allah sudah lebih dari separuh. Sejauh ini kita terus melakukan pendekatan ke masing masing anggota dewan lintas fraksi,” kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Lebih lanjut dia pun menjelaskan, bahwa sedianya persetujuan cukup melalui fraksi kemudian di sampaikan ke pimpinan dewan. Namun, jika tidak semua fraksi mendukung, dan cara musyawarah tidak menemui jalan, maka cara terakhir adalah voting.

“Dua pertiga dari 106 anggota dewan harus hadir (untuk melakukan voting). Tapi waktunya (pelaksanaan rapat untuk melakukan voting) belum ditetapkan,” ujar Taufik.

Sebelumnya Taufik pernah mengatakan, bahwa masih ada dua fraksi lagi di DPRD yang belum menyetujui rencana penjualan saham milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta.

Kedua fraksi tersebut yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sementara tujuh lainnya dari sembilan fraksi di DPRD DKI, sudah setuju dengan penjualan saham produsen Anker Bir usulan Gubernur DKI, Anies Baswedan itu.

Ketujuh fraksi yang setuju tersebut yakni Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar).

“Kita masih mengupayakan agar dua fraksi bisa menyepakatinya. Kita segera melakukan rapat pembahasan menyeluruh, tapi tanggal pastinya belum bisa ditetapkan,” kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Taufik mengakui, saat ini memang agak sulit mengumpulkan para anggota dewan, karena banyak kegiatan politik menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) pada tanggal 17 April 2019 yang akan datang.

Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here