Prabowo-Sandi Rombak Visi Misi, TKN: Mereka Menjiplak!

Visi Misi Prabowo-Sandi

Jakarta, PONTAS.ID– Jelang sepekan debat perdana Pilpres 17 Januari 2019, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah berkas visi misi. Perubahan itu langsung mendapat reaksi dari rivalnya.

Berkas tersebut baru disetor pihak Prabowo-Sandiaga pada 9 Januari 2019. Perubahan yang langsung terlihat di sampul depan adalah penambahan tagline ‘Indonesia Menang’.

Mulanya visi misi Prabowo-Sandi terdiri dari 14 halaman termasuk sampul depan, kini tebalnya menjadi 45 halaman. Terlihat ada pengurangan kata-kata di bagian visi dan misi.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengkritik perubahan visi misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut TKN Jokowi-Ma’ruf, tak setuju dengan klaim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menyebut tak banyak perubahan dalam dokumen visi-misi.

“Salah besar narasi yang dibangun oleh timses paslon 02 bahwa mereka hanya memoles gincu estetika dan sekedar revisi. Yang mereka lakukan adalah merombak total visi misi-lama dengan cara menjiplak,” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan perubahan visi-misi tak terlalu signifikan. Dahnil menyebut revisi visi-misi meliputi tiga aspek yakni bahasa, aksi, dan desain.

Dari pernyataan Dahnil, Ace mengaku heran. Menurut dia, perubahan visi-misi Prabowo-Sandi meliputi hal-hal fundamental.

“Dahnil Anzar Simanjuntak mungkin lagi ngelindur. Perubahan visi misi Prabowo-Sandi sangat signifikan. Bukan sekedar revisi atau semata polesan gincu untuk eye catching,” ujarnya.

“Dahnil anggap publik bisa ditipu dengan kemasan kardus berisi visi misi dengan tampilan estetika baru. Polesan kemasan tidak akan bisa menutupi substansi yang ditampilkan,” imbuh Ace.

Politikus Golkar ini lantas mencontohkan kalimat visi misi Prabowo-Sandi yang berubah total. Selain itu, lanjut Ace, hanya ada 19 dari 238 program aksi yang sama dengan dokumen visi-misi sebelumnya.

“Sebaliknya, yang paling penting untuk diketahui publik, 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74 % adalah agenda aksi yang baru sama sekali. Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih,” sebut Ace.

Selain itu, lanjut Ace, banyak agenda aksi yang dihapus dalam dokumen visi-misi baru Prabowo-Sandi. Ia mencontohkan aksi soal outsourcing hingga pencegahan defisit BPJS. Ace menduga Prabowo-Sandi tak siap dengan gagasan mereka sendiri.

“Agenda aksi yang dihapus, misalnya soal outsourcing, mencegah defisit BPJS, menghapus memastikan ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun di Puskesmas dan banyak lagi yang lain. Ini artinya paslon 02 menarik janji-janjinya yang bombastis. Karena mereka juga tidak siap dengan gagasan yang ditawarkan,” ujar Ace.

Tak hanya itu, Ace menyebut soal penghapusan rumusan Trisakti yang sebelumnya dipakai Prabowo-Sandi dalam kalimat visi. Rumusan itu berbunyi ‘berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya’

“Ini cukup fundamental. Apakah visi yang menjadi mimpi besar saja bisa diubah-ubah begitu saja?” kata Ace.

Perubahan menarik lainnya, menurut Ace, ada sejumlah agenda aksi Prabowo-Sandi yang meniru Jokowi-Ma’ruf. Ia mengingatkan tentang pentingnya orisinalitas visi-misi.

“Orisinalitas visi dan misi sangat penting. Karena visi-misi menunjukkan intensi genuine seseorang untuk memimpin. Visi-misi harus jadi niat awal. Jangan jadikan visi-misi semata rangkaian kata dan kalimat yang disusun atau dirombak dengan mudah hanya sebagai taktik memenangkan pemilu,” pungkas Ace yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

Menyesuaikan Hasil Survei

Terpisah, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga langsung menyampaikan alasan perubahan visi dan misi tersebut. Salah satunya karena menyesuaikan hasil survei.

“Melihat sambutan luas masyarakat dan hasil survei terakhir, maka tagline diubah,” kata Wasekjen PD Andi Arief.

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here