Si Jago Merah Lalap Rumah Pedagang Kerang Keliling di Tebingtinggi

Petugas berupaya memadamkan api yang membakar rumah permanen milik Dedi (30), pedagang kerang keliling yang berada di Jalan Abdul Rahim Lubis, Kota Tebingtinggi, Selasa (8/1/2019)

Tebingtinggi, PONTAS.ID – Sebuah rumah permanen milik Dedi (30), pedagang kerang keliling yang berada di Jalan Abdul Rahim Lubis, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, nyaris ludes terbakar dilalap sijago merah Selasa (8/1/2019) sekitar jam 16.00 WIB.

Pada saat Kejadian, korban Dedi, seperti biasa pergi berjualan kerang bersama istrnya di seputaran kota Tebingtinggi. Sementara 3 anaknya Depan (6), Joni(4), Putri (3), beserta ibu korban Atik (48) ditinggakan di rumahnya.

Pada wartawan, kakak korban mengatakan bahwa, sebelum kejadian ke 3 anak korban sedang bermain-main di dalam kamar belakang, sementara ibu korban sedang tertidur di kamar depan.

“Sedang lelap tertidur, tiba-tiba Bu Atik dibangunkan oleh cucunya Depan dan memberitahukan bahwa di dalam kamar tempat mereka bermain banyak gumpalan asap hitam,” jelas kakak korban.

Mendengar laporan cucunya, bu Atik terkejut dan langsung bangun untuk melihat ke dalam kamar tersebut. Setelah tiba di kamar tersebut, bu Atik melihat gumpalan asap hitam yang sedang membakar isi dalam kamar tempat cucunya bermain.

“Merasa ketakutan, bu Atik segera membawa ketiga cucunya untuk keluar dari dalam rumah sembari berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” jelas kakak korban.

Mendengar suara teriakan minta tolong dari Bu Atik, warga sekitar langsung berdatangan membantu untuk memadamkan api yang sedang membakar rumah korban dengan mengunakan alat seadanya.

Setelah mendapat laporan adanya kebakaran, pihak pemadam kebakaran Pemko Tebingtinggi tiba kelokasi untuk memadamkan api. Sekitat setengah jam, akhirnya api dapat di padamkan.

Sementara apa penyebab kebakaran, sampai berita ini dikirim belum diketahui penyebabnya dan akibat kebakaran tidak ada menimbulkan korban jiwa, namun korban ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Penulis: David Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here