Rencana Terbang Perdana, Ini Pesan Menhub untuk Merpati Airlines

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memberikan pesannya kepada maskapai Merpati Airlines, yang berencana untuk melakukan terbang perdana di tahun 2019 mendatang, setelah sempat berhenti beroperasi sejak Februari 2014.

Budi sebenarnya mengaku tak berani menjamin Merpati Airlines dapat mulai beroperasi di 2019 mendatang. Namun dia mengatakan bahwa niat dan rencana baik perusahaan penerbangan itu juga harus memperhatikan persoalan pokok serta mendasar.

“Karena setiap perusahaan penerbangan harus memiliki kualifikasi yang baik. Harus diingat ya, satu perusahaan penerbangan harus itu memiliki kualifikasi yang baik. Mereka harus punya kesehatan keuangan. Enggak ada kompromi, harus sehat,” kata Budi, Minggu (18/11/2018).

Dia menambahkan, perusahaan juga harus memiliki visi dan misi yang baik tentang keselamatan. Baik untuk awaknya maupun para penumpang atau mitranya nanti. Selain itu, pemerintah melalui Kemenhub punya tugas dan kewenangan untuk melakukan proses sertifikasi.

“Jadi kalau dia (perusahaan) membeli pesawat, memilih awak itu harus baik. Dan setelah itu kami punya kewajiban untuk melakukan sertifikasi, pesawatnya disertifikasi, awaknya juga. Jadi ini butuh waktu lah,” ujarnya.

Budi menuturkan, pada dasarnya dirinya menyambut baik rencana manajemen Merpati Airlines untuk segera mengudara lagi. Sebab, masih banyak jalur atau daerah di Indonesia yang belum terlayani transportasi udara.

“Prinsipnya saya menyambut baik karena dunia aviasi ini memang masih banyak daerah yang mesti dilayani. Tapi (di 2019 beroperasi) saya tidak berani menjamin demikian. Karena tergantung kesiapan dari Merpati sendiri,” tutur dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha, mengatakan penerbangan perdana akan dilakukan tahun depan di Biak, Papua.

Ke depan, Merpati tidak akan bermain di segmen maskapai penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier/LCC), dan akan lebih menyasar penerbangan di wilayah Indonesia Timur dan berpotensi pula membuka rute luar negeri.

Seperti diketahui PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) telah berhenti beroperasi selama empat tahun terakhir. Merpati berhenti beroperasi sejak 1 Februari 2014 karena mengalami kesulitan keuangan.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here