Kementan Sebut Jagung Indonesia Dikuasai Pengusaha

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, saat memantau panen jagung di Gorontalo

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerangkan pemerintah dalam hal ini Kementan, sangat berharap agar Bulog dapat menyerap stok jagung dalam negeri. Namun demikian,stok jagung dalam negeri sudah dikuasai perusahaan besar sejak awal yakni melalui sistem ijon atau dibayar duluan.

“Saya sih berharap seperti itu, terserah, Bulog boleh juga. Tapi intinya jangan biarkan peternak kecil berteriak. Jadi sederhana jawabanya. Anda boleh mengatakan ini rencana tapi sudah ekspor. Ekspor dikurangi impor yaitu 380 ribu ton dikurangi 50 ribu ton kan 330 ribu ton, artinya surplus,” terang Amran, saat memimpin Rapat Pimpinan dengan jajaran pejabat lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (6/11/208).

Terkait Rapat Pimpinan kali ini, Amran menyebutkan rapat tersebut untuk membahas secara fokus pengelolaan lahan rawa untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif. Tahun ini Kementan telah berhasil mengembangkan lahan rawa menjadi lahan pertanian mencapai 50 ribu ha dan target ke depan akan terus dilakukan penambahan.

“Kita fokus, arahan Pak Menko, ternyata Hari Pangan Sedunia kemarin kita dianggap berhasil pengelolaan rawa menjadi lahan sawah produktif. Rawa kita fokus garap yang dulunya tidur. Kita bangunkan rawa dan petani tidur. Lahan rawa ini di luar lahan gambut. Kerja samanya dengan petani langsung,” tandasnya.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here