Penebangan Pohon di Cimahi Terikat Aturan

Jakarta, PONTAS.ID – Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Jawa Barat banyak menerima permintaan penebangan pohon dari masyarakat menjelang musim penghujan. Namun, Pemkot tidak langsung menyetujuinya karena penerbangan pohon terikat aturan khusus.

“Untuk melakukan penebangan itu ada aturannya, misalnya satu pohon yang ditebang itu mesti diganti dengan 10 pohon baru,” kata Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, Kamis (1/11/2018).

Sebagai upaya mencegah kejadian pohon tumbang, Diah mengatakan, pihaknya telah menerjunkan sekitar 5-7 orang yang bertugas untuk memantau serta memangkas ranting pohon yang dianggap rawan tumbang.

“Kami upayakan memotong ranting pohon yang rapuh. Minimal, bisa mengurangi risiko pohon tumbang, ranting patah atau kejadian lain yang membahayakan pengendara atau warga saat terjadi hujan dan angin kencang,” ujarnya.

Di Cimah, lanjut dia, beberapa kawasan rawan kejadian pohon tumbang, di antaranya Jalan Sangkuriang, Jalan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, dan Jalan Sriwijaya. Petugas sudah disebar untuk mendata pohon serta melihat kondisinya jika diterjang angin dan hujan deras.

“Pohon-pohon di jalan tersebut besar-besar, beberapa pohon kondisinya sudah rapuh dan rawan tumbang. Sambil berjalan, kami lakukan perawatan,” ungkapnya.

Menurut Diah, pihaknya sejauh ini baru bisa memeriksa kondisi fisik pohon. Diakuinya, karena terbatasnya anggaran, proses identifikasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan pohon belum bisa dilakukan hingga ke laboratorium.

Pemkot hanya mengecek dengan pantau visual. Diah menyatakan tahun depan Pemkot akan menganggarkan penggunaan fasilitas laboratorium untuk memeriksa kesehatan pohon.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here