Wakil Ketua DPR Dicekal Ke Luar Negeri, Pengamat: Memalukan!

Jakarta, PONTAS.ID – Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyoroti kasus besar yang diduga membelit Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara tiba-tiba mencegah Taufik Kurniawan untuk berpergian keluar negeri.

“Itu pertanyaan besar sekali, masalah apa sih Taufik Kurniawan dicegah KPK dan seberapa besar Taufik Kurniawan ini tidak bisa bekerjasama dengan KPK sehingga harus dicegah keluar negeri?,” kata Hendri saat dihubungi, Senin (29/10/2018).

Sebagai Wakil Ketua DPR, kata Hendri, mempunyai tanggungjawab pada lembaganya baik di dalam negeri maupun urusan dengan negara-negara luar.

“Mudah-mudahan bisa diperjelas oleh KPK dan ini jelas mencoreng DPR, sampai dicegah keluar negeri,” ungkap Hendri.

Namun demikian, Hendri menilai, dari sisi politik PAN, kasus Taufik ini tidak ada kaitanya. Dia menyakini KPK bekerja sesuai aturan berlaku dan tidak terkait dengan politik.

“Apakah ada kaitannya dengan politik PAN? Saya kira tidak, karena KPK bekerja tidak ada hubungannya dengan politik,” jelas Hendri.

“Tapi ini pertanyaan serius, apa sebenarnya kesalahan Taufik Kurniawan? Apakah itu sudah tepat mencegah wakil ketua DPR ke luar negeri? Itu pertanyaan besar juga,” tambahnya.

Prihatin

Sementara itu, Politikus PDI-P Maruarar Sirait mengaku prihatin terkait dicekalnya Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berpegian keluar negeri.

Maruar berharap kasus yang membelit Taufik tersebut segera dituntaskan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

“Tentu prihatin ya, dan kita tentu sebagai pejabat publik ya harus bener-benar menjaga integritas dan reputasi kita,” kata Ara saapan akrabnya.

Disisi lain, dia juga meminta KPK memproses setiap kasus tanpa pandang bulu.

“Sebaiknya hukum harus tetep jadi panglima, kita sangat menghormati KPK,” ujarnya.

Ara menilai, KPK harus menjaga nama baiknya dengan cara menyelesaikan kasus tersebut.

“KPK adalah lembaga yang sangat dipercaya publik, tiga lembaga yang konsisten dalam lima tahun yang dipercaya rakyat adalah KPK, Presiden dan TNI,” paparnya.

Ara pun berharap agar kedepan tidak ada lagi politisi yang mengalami nasip serupa dan terjebak kasus korupsi.

“Saya pikir kita prihatin dengan kejadian itu semoga tidak terulang lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here