Dugaan Korupsi Benih Subsidi, Jaksa Geledah Kantor Sang Hyang Seri

Ketua Tim pemberantasan korupsi Kejari Serdang Bedagai, Donny Harahap saat berbicara kepada wartawan usai penggeledahan Kantor Sang Hyang Seri, di Tanjung Morawa, Senin (22/10/2018)

Serdang Bedagai, PONTAS.ID – Tim pemberantasan korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdang Bedagai (Sergai) menggeledah kantor Regional IV PT. Sang Hyang Seri (SHS) dan kantor Cabang Deli Serdang, di kawasan Tanjung Morawa, Senin (22/10/2018).

Penggeledahan ini terkait adanya dugaan korupsi bantuan benih padi bersubsidi yang anggarannya bersumber dari APBN tahun TA 2016/2017.

“Terkait dugaan korupsi bantuan benih padi bersubsidi yang selama dua bulan belakangan ini sedang kami dalami,” ungkap Ketua Tim pemberantasan korupsi Kejari Serdang Bedagai, Donny Harahap saat berbicara kepada wartawan usai penggeledahan Kantor Sang Hyang Seri, di Tanjung Morawa, Senin (22/10/2018)

Penggeledahan ini lanjut Donny setelah pihaknya melakukan pemeriksaan awal terhadap Kepala Unit Pelaksana Tekni (KUPT) Pertanian, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Ketua Kelompok Tani (Poktan) dari 10 kecamatan yang terdapat di Serdang Bedagai.

“Bahkan minggu lalu, selama sepekan kita melakukan pemeriksaan di Jakarta terhadap pegawai di Kementerian Pertanian, dan dilanjutkan hari ini di kantor SHS Regional IV dan Cabang Deli Serang,” lanjut Donny.

Namun hingga saat ini, Kejari Sergai kata Donny belum menetapkan status tersangka terkait dugaan korupsi ini, “Secepatnya akan kita umumkan siapa-siapa saja yang jadi tersangka. Sebab kasus ini tak mungkin berdiri sendiri dan patut diduga dilakukan secara berjamaah,” terang dia.

Terkait penggeledahan yang pernah dilakukan Kejari Sergai pada tahun 2016 silam di tempat yang sama, Donny menegaskan tidak berhubungan dengan kasus yang didalami pihaknya saat ini, “Tidak ada hubungan dengan yang kita kejar sekarang,” pungkas Donny

Pantauan wartawan di lokasi, penggeledahan tersebut sempat membuat gempar para karyawan SHS. Setelah mendapatkan penjelasan dari Tim Kejaksaan, para karyawan kemudian diminta keluar dari ruangan untuk mempermudah petugas melakukan mencari dokumen-dokumen terkait kasus ini.

Penggeledahan yang berlangsung selama 4 jam, tersebut, petugas Kejaksaan terlihat memanggil satu-persatu karyawan untuk dimintai keterangan, termasuk General Manager PT SHS, Hidayat yang baru saja menjabat juga ikut diperiksa.

“Kalau begini namanya dokumen bodong pak GM. Karena ada nota pengeluaran barang tapi tidak ada tercantum nama dan tanda tangan yang bertanggungjawab di dokumen ini. Artinya, dari data ini saja sudah dicurigai adanya kebocoran uang negara,” kata Jaksa Donny saat memeriksa Hidayat.

Sementara itu, usai melakukan penggeledahan, tim Kejari Sergai terlihat mengamankan 5 kardus dokumen. Namun, tim Kejari Sergai belum berhasil memeriksa pejabat keuangan PT SHS karena tidak masuk kerja sejak pagi.

Ikut dalam penggeladahan ini, Kasi Intel Kejari Sergai, Edward dan Kasi Pidum Evalina Sihotang dengan didukung 13 personil dari Kejari Sergai dibantu personil Polres Sergai.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here