Selain Dibakar, Perlu Ada Teknologi Baru Untuk Buka Lahan

Kebakaran Hutan ( Foto: Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Para petani memerlukan cara atau teknologi untuk membersihan lahan perkebunan mereka selain dengan dibakar. Cara tersebut diharapkan dapat menghentikan kebiasan membakar lahan yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga menimbulkan bencana kabut asap.

Cara lain dalam membersihkan lahan menjelang penanaman itu terutama diperlukan petani kecil yang tidak memiliki modal untuk membersihkan lahan dengan menggunakan alat berat. Demikian terungkap dalam diskusi pencegahan karhutla yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pekanbaru, Riau, baru-baru ini.

“Bila tidak ada solusi tentang bagaimana membersihkan lahan yang efektif tanpa dibakar, masyarakat hanya takut ketika ada petugas. Saat tidak ada petugas yang mengawasi, mereka akan membakar lahan lagi karena mereka tidak punya cara lain untuk membersihkan lahan,” kata Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Pekanbaru Edwin Putra.

Diskusi dihadiri Kepala Pusat Data dan Informasi KLHK Mahfudz, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatra Amral Fery, dan Kepala Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi.

Menurutnya, solusi dari penyuluh pertanian tentang cara membersihkan lahan diperlukan karena bertani merupakan mata pencaharian mayoritas masyarakat di Riau. Tidak mengherankan bila kebakaran di lahan milik masyarakat umumnya disebabkan faktor kesengajaan sebagai upaya untuk menyiapkan lahan pertanian mereka.

Ia juga mengungkapkan, dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau, satu-satunya wilayah yang tidak mengalami karhutla hanya Kabupaten Kuantan Singingi. Jenis tanah di kabupaten tersebut bukan lahan gambut. Sebaliknya, 11 kabupaten dan kota lainnya berupa lahan gambut yang mudah terbakar.

Meski demikian, ujar Edwin, kasus karhutla di Riau terus berkurang, terutama sejak dibentuknya Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tingkat provinsi dan subsatgas di kabupaten/kota. Jika kebakaran terjadi, itu segera ditangani satgas.

Diperlukannya solusi menyiapkan lahan tanpa dibakar juga disampaikan Nasya Nugrik, Kepala Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Ia mengatakan petani di desa tersebut umumnya petani kecil yang tidak mampu menyewa alat berat untuk menyiapkan lahan pertanian.

“Masyarakat yang umumnya memiliki lahan kurang dari satu hektare tidak mampu menyewa ekskavator untuk menyiapkan lahan,” tuturnya.

Walaupun begitu, sejak 2017 Desa Dayu tidak pernah lagi mengalami kebakaran karena pihak desa bersama MPA setempat selalu berpatroli untuk mencegah kebakaran.

Ancaman dipantau

Pengamanan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang, Sumatra Selatan, dari ancaman kabut asap akibat karhutla terus dilakukan. Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla Provinsi Sumatra Selatan membentuk posko lapangan pengamanan Jakabaring di beberapa titik di sekitar area penyelenggaraan pesta olahraga tersebut.

Editor: Idul HM

Previous articleAnies Tegaskan Tak Ikut Campur Soal Pengganti Sandiaga
Next articleGolkar Solid Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here