DPR Prihatin dengan Gaji Guru Honorer

Guru Honorer

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengaku prihatin dengan gaji guru honorer yang jauh dari kata layak.

Bahkan, banyak gaji guru honorer di bawah angka Upah Minimum Regional (UMR), tak sebanding dengan perjuangannya untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Ini menjadi ironi. Guru selalu dituntut untuk mencerdaskan anak-anak kita, namun kesejahteraan guru terabaikan. Bahkan dengan kehidupan ekonomi saat ini, guru semakin sulit memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan harus mencari pekerjaan sampingan. Ini harus menjadi renungan kita bersama agar ada solusi ke depannya,” kata Taufik dalam keterangan pers, Selasa (8/5/2018).

Taufik mendorong keberpihakan negara dengan memprioritaskan guru honorer yang telah mengabdi kepada negara, bahkan hingga belasan tahun, untuk dapat mengangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Perjuangan guru harus mendapat penghargaan yang layak dari negara.

“Guru dituntut untuk selalu memberikan ilmu kepada anak muridnya, namun karena dia harus mencari pekerjaan sampingan, akibat dari kecilnya honor, akhirnya guru-guru ini tidak mengembangkan kemampuan dirinya. Mereka sibuk untuk mencari uang, hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini harus menjadi perhatian negara,” tandas Waketum DPP PAN itu.

Hardiknas 2018 masih menuai catatan, salah satunya mengenai kesejahteraan guru. Guru honorer di beberapa daerah mengaku mendapat honor jauh dari UMR. Bahkan ada yang hanya mendapat Rp1-1,2 jutaan per bulan. Akhirnya, guru-guru itu terpaksa mencari pekerjaan sampingan.

Previous articleKapal Wisata di Sungai Mahakam
Next articlePertama di Asia, Pusat Inovasi Apple Ada di Tangerang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here