Hanif Klaim Pertambahan Lapangan Kerja Lampaui Janji Kampanye Jokowi

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai bertemu di Kantor Staf Presiden, Selasa (24/4/2018) /Foto: KSP

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melakukan pertemuan empat mata dengan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Bina Graha Kantor Staf Presiden, Selasa (24/4/2018).

Usai pertemuan, kepada awak media, Hanif memaparkan, selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), lapangan pekerjaan bertambah cukup signifikan. Janji kampanye Jokowi adalah 10 juta lapangan pekerjaan selama 5 tahun.

“Jika memang janji kampanye 10 juta selama lima tahun, maka berarti per tahunnya sebanyak 2 juta,” kata Hanif terkait ketersediaan lapangan kerja di Indonesia, seperti dikutip PONTAS.id dari laman ksp.go.id, Rabu (25/4/2018).

Hanif memaparkan, data yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan, bahwa pada 2014 ada 2,6 juta lapangan kerja, kemudian pada 2015 ada 2,8 juta, pada 2016 ada 2,4 juta, dan pada 2017 sebanyak 2,6 juta.

“Artinya kan sudah melampaui janji kampanye,” kata Menaker.

Terkait polemik Tenaga Kerja Asing (TKA), Hanif menyatakan Perpres No. 20/2018 tentang Penggunaan hanya mengatur penyederhanaan prosedur perizinan TKA dan mempercepat layanan izin TKA.

“Tujuan dari lahirnya Perpres ini diharapkan memberikan kepastian terhadap investor, agar tidak menghambat investasi masuk ke Indonesia. Kalau didapati pekerja asing bekerja sebagai buruh kasar ya itu pelanggaran. Pelanggaran ya pasti ditindak,” tegasnya.

Hanya saja ia menekankan, agar pelanggaran-pelanggaran itu tidak digeneralisir. “Perlakukan kasus sebagai kasus. Karena kita juga tak ingin apa yang terjadi pada TKI kita digeneralisir,” ungkapnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleDPR Minta Kemenkop UKM Lebih Kordinatif Untuk Tambahan Anggaran
Next articleJelang Derby, Jakmania dan Bobotoh Diminta Jaga Sportivitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here