Kemensos Beri Rp767,2 Juta untuk Korban Gempa Banjarnegara

Data sementara BPBD Kabupaten Banjarnegara, ratusan bangunan rumah, sekolah, dan masjid di Dusun Kebakalan Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,4.(Dok BPBD Banjarnegara)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) menyebutkan telah memberi santunan total senilai Rp767,2 juta untuk korban gempa bumi di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat merinci angka tersebut terdiri atas bantuan logistik tanggap darurat sebesar Rp667.237.736, santunan ahli waris untuk dua orang masing-masing Rp15 juta, dan santunan korban luka-luka sebesar Rp70 juta untuk 35 orang.

Selain soal bantuan dan santunan, Harry menyebut ada tiga upaya penanganan bencana sesuai standar yang dilaksanakan Kemensos menanggapi bencana gempa tersebut.

Kemensos mengaktivasi Sistem Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial, pengerahan SDM Tagana dan relawan sosial, pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan sosial lainnya, advokasi, dan layanan dukungan psikososial.

“Di antaranya mendirikan dapur umum lapangan, pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi, dan layanan dukungan psikososial kepada korban terdampak bencana,” kata Harry, Selasa (24/4/2018).

Selanjutnya pada tahap pascabencana adalah pemberian bantuan pemulihan, serta layanan dukungan psikososial.

Gempa bumi dengan kekuatan 4,4 skala richter mengguncang wilayah Banjarnegara siang 18 April lalu. Pusat gempa yang dangkal dengan kondisi tanah gembur mengakibatkan kerusakan cukup parah pada empat desa di wilayah Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia atas nama Asep (13) dan Nenek Kasri (100), dan 35 orang luka-luka.

Berdasarkan data Kemensos, jumlah pengungsi hingga Senin (23/4) adalah 2.125 jiwa atau 711 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut terdapat 180 balita, 211 anak-anak, dan 214 lansia.

Mereka tersebar di 13 desa tempat pengungsian. Di antaranya Desa Kertosari sebanyak 546 jiwa, Desa Sidakangen sebanyak 470 jiwa, Desa Kasinoman sebanyak 440 jiwa, Kalibening 190 jiwa, dan Plorengan sebanyak 157 jiwa.

Gempa juga mengakibatkan 194 rumah rusak dengan rincian 86 rumah rusak ringan, 31 rumah rusak sedang, 77 rumah rusak berat. Sementara total kerusakan fasilitas umum tiga sekolah, tiga masjid dan satu musala.

Previous articleGo-pay Kolaborasi Program #TrashForCash Libatkan PBI-ICM
Next articleKemkominfo Menjalin Sinergisitas Guna Mendorong UMKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here