Tuntas Bekerja, Menteri PUPR Raih Penghargaan Tokoh Perubahan

Menteri PUPR Basuki (kedua dari kanan) Hadimuljono saat menerima penghargaan "Tokoh Perubahan 2017"

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima penganugerahan sebagai salah satu dari lima Tokoh Perubahan 2017 dari Harian Republika, di Ballroom Djakarta Theater, Selasa malam (10/4/2018).

Penghargaan diberikan atas kiprah Menteri Basuki dalam mendukung persatuan bangsa melalui pembangunan infrastruktur.

“Bagi saya perubahan adalah menuju perbaikan. Tidak ada gunanya perubahan kalau menjadi lebih jelek. Perubahan apa pun harus menuju ke kondisi yang lebih baik,” kata Basuki, dalam siaran pers Kementerian PUPR yang diterima PONTAS.id, Rabu (11/4/2018).

Dalam sambutannya, Basuki mengajak seluruh Pejabat Tinggi Madya Kementerian PUPR yang hadir untuk naik ke atas panggung karena menurut dia, capaian Kementerian PUPR merupakan hasil kerja bersama.

Untuk itu, Basuki menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan untuk dirinya pribadi, namun bagi seluruh insan Kementerian PUPR.

“Kerja kami bersama teman-teman dilakukan semaksimal mungkin. Namun mengenai hasil, kami serahkan kepada Allah SWT. Prinsip kami adalah bekerja keras, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas,” kata Basuki.

Kinerja Kementerian PUPR
Sebagaimana diketahui, kepemimpinan Basuki selama periode 2015-2017 di Kementerian PUPR kerap disamakan dengan dengan langgam aliran musik “Rock n Roll.”

Hasilnya, Kementerian PUPR telah membangun 36 bendungan dimana 8 bendungan telah rampung. Bendungan yang telah selesai tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 hektare (11 persen) menjadi 859.626 hektare (12,9 persen).

Kapasitas tampung air pun naik menjadi 1.031 juta meter kubik, kapasitas air baku sebesar 5 meter kubik per detik, serta potensi energi sebesar 112 megawatt.

Sementara, dalam mendukung program satu juta rumah, Kementerian PUPR berhasil membangun 2.490.378 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah dengan perincian 699.570 unit pada 2015, 881.102 unit pada 2015, dan 904.758 unit pada 2017.

Adapun untuk jalan tol hingga Maret 2018, sudah diselesaikan 398 kilometer. Menteri Basuki menargetkan hingga akhir 2019 nanti, panjang jalan tol yang terbangun akan mencapai 1.851 kilometer.

Dalam memperlancar konektivitas, dalam periode 2015-2017, sudah selesai dibangun 2.557 kilometer jalan baru dari target pembangunan jalan baru sepanjang 2.650 kilometer pada tahun 2019 mendatang. Untuk jembatan sudah terbangun total 24,4 km dari target 29,8 km jembatan pada tahun 2019.

Editor: Hendrik JS

Previous articleAroma Tak Sedap di Balik Tarik Ulur RUU Terorisme
Next articleAntisipasi Kepadatan Tol saat Lebaran, Begini Strategi Jasa Marga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here