WC Bikin Dapur Ngebul, Kementerian ESDM Pakai Teknologi Ini

Menteri ESDM, Ignasius Jonan

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan instalasi biogas skala komunal yang berasal dari WC, di Pondok Pesantren Al-Yasini Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, pada Sabtu (7/4/2018).

Instalasi biogas komunal tersebut mengolah kotoran manusia untuk dijadikan biogas dengan desain kapasitas digester (alat pengolah) biogas sebesar 24 meter kubik yang mampu menghasilkan gas sebanyak 81 meter kubik per bulan atau setara dengan 12 tabung LPG 3 kg per bulan.

“APBN itu diutamakan untuk pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. Harus bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata Jonan dalam siaran persnya, Sabtu (7/4/2018).

Instalasi ini dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017.

Jonan menjelaskan, manfaat dari program biogas komunal ini antara lain menghemat biaya pengeluaran memasak, mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor LPG, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Perhitungan Jonan, untuk tahap awal, pemanfaatan biogas komunal dapat mengurangi pemakaian LPG 3 kg per bulan sebanyak 3 tabung, hingga 12 tabung pada kondisi optimal, “Sehingga dapat menghemat pengeluaran bulanan mulai dari Rp. 75.000 hingga Rp. 300.000,” terang dia.

Baca juga: Tenaga Listrik dari Arus Laut, Menteri ESDM Kunjungi Larantuka

Efisiensi Waktu
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Terpadu Al-Yasini, Zainudin, mengatakan, dengan adanya penambahanan 50 WC ini dapat mengurangi waktu antri para santri sehingga santri bisa lebih tepat waktu datang ke ruang belajar.

“Untuk memasak juga jadi lebih hemat karena penggunaan LPG dapat kami kurangi. Selain itu, waktu antri memasak pun juga jadi lebih cepat karena ada penambahan jumlah kompor,” kata Zainudin.

Pembangunan instalasi biogas komunal ini meliputi 50 unit WC, digester biogas dengan kapasitas 2×12 meter kubik tipe fixed dome beton, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan kapasitas 180 meter kubik, 2 unit lampu biogas dan 4 unit kompor biogas.

Selain penambahan pembangunan WC, juga dibangun instalasi pengolahan air limbah yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan air limbah di lingkungan pesantren.

Editor: Hendrik JS

Previous articleHari Air Dunia 2018, Kementerian PUPR Ingatkan Pentingnya SDEW
Next articleLolos Dua Kali di Luar Negeri, Perburuan STS-50 Berakhir di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here