Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara, Denda Rp6 Miliar Dan Cabut Hak Politik

Jakarta, PONTAS.ID – Terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e), Setya Novanto, dituntut pidana 16 tahun penjara dan denda Rp6 miliar dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP-e dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Kamis (29/3/2018).

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Setya Novanto telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama,” ujar jaksa Abdul Basir saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Mantan Ketua DPR itu disebut secara sah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdul Basir, menbacakan hal yang memberatkan Novanto antara lain selain mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 2,3 triliun, korupsi yang ditimbulkan berdampak pada hak konstitusional warga yakni mendapatkan kartu identitas sehingga berdampak masif dan berdampak hingga sekarang.
Selain itu, Novanto juga dinilai tidak kooperatif selama persidangan.

“Kerugian yang diakibatkan korupsi KTP-e berdampak secara masif dan masih terasa hingga kini. Saudara juga tidak kooperatif selama persidangan,” ujar jaksa Abdul.

“Berdasarkan fakta hukum, maka dapat disimpulkan bahwa terdakwa telah menerima pemberian fee seluruhnya berjumlah USD 7,3 juta,” ujar jaksa Wawan saat membacakan surat tuntutan.

Jaksa juga menuntut agar majelis hakim mencabut hak Novanto untuk menduduki hak politik selama lima tahun. Sementara itu, pleidoi akan dibacakan pada 13 April mendatang.

 

Editor: Idul HM

Previous articleDPR Rekomendasi Perlindungan Tembakau Lokal di Sidang IPU
Next articleKemlu Kumpulkan Info Atas Tewasnya WNI di Kamboja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here