Amputasi Penyakit Birokrat, Ini Enam Jurus Ampuh Menteri PANRB

Menteri PANRB, Asman dalam acara Rakor Reformasi Birokrasi Pemda di Sumatera Barat,

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengaku memiliki enam jurus ampuh mengobati penyakit birokrat. hal ini disampaikan saat memberikan arahan pada Rakor Reformasi Birokrasi Pemda di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Kamis (29/3/2018).

Jurus pertama, program dan kegiatan harus benar-benar dirancang untuk menghasilkan outcome (hasil akhir) yang tepat sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan.

“Tidak boleh ada lagi kegiatan-kegiatan siluman yang diselipkan dalam program tertentu yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan outcome,” kata Asman dalam siaran pers yang diterima PONTAS.id, Kamis (29/3/2018).

Jurus kedua, lanjut Menteri Asman, membangun unit kerja menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM), terutama pada unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Unit kerja yang nantinya mendapat predikat WBK-WBBM dapat menjadi contoh pelaksanaan reformasi birokrasi bagi unit-unit kerja lainnya.

Sistem Elektronik
Ketiga, melakukan penyederhanaan organisasi. Asman mencontohkan sejak 2014 hingga 2017, pemerintah telah membubarkan 23 Lembaga Non Struktural (LNS), “Mengingat tugas dan fungsi LNS tersebut sudah dilaksanakan kementerian/lembaga teknis,” imbuhnya.

Jurus keempat, mempercepat penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-government) secara terintegrasi. Sebab selama ini pengembangan e-government dilakukan setiap instansi. Akibatnya, terjadi pulau-pulau “sistem elektronik” dalam satu instansi yang mengakibatkan pemborosan.

Selanjutnya, ujar Menteri, pemerintah harus meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan sistem rekrutmen, percepatan penetapan peraturan teknis sebagai pelaksanaan UU Aparatur Sipil Negara (ASN), peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, dan pengawasan terhadap penerapan sistem merit.

Jurus keenam, lanjut Asman, dengan mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik memenuhi semakin berkembangnya tuntutan masyarakat, “Maka perlu dilakukan terobosan-terobosan di bidang penyelenggaraan pelayanan,” tandasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleEdy Rahmayadi Temui Tokoh Adat dan Agama
Next articleAgen FBI Bocorkan Dokumen Rahasia Negara AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here