Kemenperin Akan Bimbing Istri Anggota Polri Untuk Wirausaha

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan), Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen Sarjito (ketiga kiri) menyaksikan Dirjen Industri Kecil Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih (ketiga kanan) dan Ketua Bhayangkari Tri Tito Karnavian (kedua kanan) menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, (27/3/2018)/ Foto: Humas Kemenperin.

Jakarta, PONTAS.ID – Pertumbuhan wirausaha baru memegang peranan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional, hal ini disampaikan Direktur Jenderal lKM Gati Wibawaningsih setelah penandatanaganan Nota Kesepahaman antara Dirjen IKM Kementerian Perindustrian dan Ketua Bhayangkari Tri Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Direktorat Jenderal industri Kecil dan Menengah (lKM), Kemenperin melakukan kerja sama terkait program penumbuhan wirausaha baru industri kecil dan menengah bagi anggota Bhayangkari atau organisasi istri anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Gati menyampaikan, pihaknya akan membimbing sebanyak 50 istri anggota Polri yang tergabung dalam Bhayangkari. “Ternyata ibu-ibu Bhayangkari gigih untuk berwirausaha. Kami mengapresiasinya. Mereka akan meningkatkan pertumbuhan wirausaha baru IKM pada tahun 2019 nanti,” kata Gati.

Pelatihan wirausaha tersebut akan dilakukan pada Juni 2019. Salah satu program yang difokuskan adalah menciptakan pelaku IKM pengolahan kopi. “Saat ini kopi sedang naik daun. Dengan banyaknya IKM kopi atau yang menjadi barista, diharapkan kopi Indonesia bisa jadi nomor satu di dunia,” tuturnya.

Untuk lebih meningkatkan daya saing produknya, Kemenperin akan memberikan fasilitas berupa pembinaan mengenai kemasan yang baik dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Selain berfungsi mewadahi atau membungkus produk, kemasan juga dapat meningkatkan daya jual,” ungkap Gati.

Sejak tahun 2003, Ditjen IKM membentuk Klinik Desain Kemasan dan Merek yang menjadi pusat informasi sekaligus memfasilitasi pengusaha IKM meningkatkan mutu kemasan produknya. Sampai tahun 2017, telah difasilitasi 6.998 desain kemasan serta 7.396 desain merek dan bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM.

Sementara itu, sejak tahun 1998, Ditjen IKM mendirikan Klinik Konsultasi HKI IKM. Klinik ini memiliki peranan di antaranya mensosialisasikan dan memberikan fasilitasi pendaftaran HKI kepada pelaku IKM. Sampai tahun 2017, Klinik HKI IKM telah memfasilitasi pendaftaran 3.400 merek, 1.250 hak cipta, 76 Desain Industri, 17 Paten, dan 1 Indikasi Geografis.

Editor: Idul HM

Previous articleKemenag Tetapkan Standar Umrah Rp 20 Juta
Next articlePemprov Bakal Tertibkan Hewan Kurban Saat Idul Adha Saat Asian Games

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here