Dirut Dharma Jaya Berniat Mundur, DPRD Pertanyakan Dana PMD

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik

Jakarta,PONTAS.ID – Wakil Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Muhamad Taufik meminta, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno tak perlu menghalangi rencana mundur Direktur PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati.

“Tetapi, dia harus berikan data keuangan dan laba keuntungan sebelum mundur. Silakan saja mundur, audit keuangan harus tetap dijalankan,” kata Taufik di Jakarta, Minggu (18/3/2018).

Wakil Ketua DPRD DKI itu mengungkapkan, penggunaan uang rakyat pada perusahaan plat merah itu harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Bahkan, dia mengaku, akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk meminta ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit keuangan sejak 2013-2017. Selain BPK, Anies juga bisa minta audit independen dan tidak terkait kepentingan internal perusahaan,” jelasnya.

Adapun pada APBD 2016 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu diberikan dana segar Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp98 miliar. Namun, pemasukan untuk kas daerah hanya Rp1.3 miliar.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu, seharusnya kucuran PMD bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan laba perusahaan. Sekaligus, memberikan pelayanan terbaik kepada warga ibu kota.

Namun, dana segar tersebut, diduga ada yang memanfaatkan secara politik praktis, “Sudah betul mundur. Jangan, dihalangi. Tapi, audit tetap dilakukan. Saya tak akan jelaskan politik praktis. Tetapi, saat Pilgub 2017 warga Jakarta tau, bagaimana Dharma Jaya berikan daging,” tegas dia.

Pertanyakan Retribusi Gudang
Dia menyarankan, Anies segera membenahi PD Dharma Jaya. Karena, lanjut Taufik  jika rakyat Jakarta dapat menikmati daging segar dengan harga murah, mereka tentu akan bahagia. Menurut Taufik, filosofi Dharma Jaya adalah non komersial, bukan profit oriented.

“Mau mundur jangan ribet deh. Pakai, curhat bandingkan dengan gubernur sebelumnya,” ucapnya.

Bahkan, Taufik menegaskan, ada pergeseran peran dan fungsi perusahaan plat merah itu. Antara lain, dilakukan dengan cara mengenakan retribusi kepada himpunan pengusaha daging yang hendak menyembelih sapinya di Dharma Jaya dan menaruh sapinya di kandang milik BUMD itu.

Retribusi itu, kabarnya, dikenakan sebagai biaya sewa penggunaan kandang dengan kisaran Rp300.000 hingga Rp750.000/ekor/malam, “Biaya inilah yang membuat harga daging yang dipotong di Dharma Jaya menjadi lebih mahal ketika dilepas ke pasaran. Jangan, main buka-bukaan deh. Kami, akan minta audit pokoknya,” jelas dia.

Taufik mempertanyakan, bagaimana kejelasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Jawa Timur, soal kerja sama daging sapi potong, “Belum jelas tu, sampai sekarang. PMD sudah cair pada 2016. Apakah Dharma Jaya jual daging segar? Tidak. Selama ini daging beku atau tak segar. Jangan, hanya klaim ada daging segar,” tandasnya.

Taufik menilai, selama kepemimpinan Marina, tak ada upaya untuk mandiri. Yang ada, lanjut Taufik, semua operasional Dharma Jaya disokong PMD, “Sudahlah segera mundur biar diganti yang lebih profesional. Dari dulu saya juga menyangsikan kemampuannya untuk dapat membesarkan Dharma Jaya,” ucap Taufik.

Sikap Profesional
Adapun pengajuan permohonan pengunduran diri Direktur Utama Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati, tak dipersoalkan oleh Gubernur DKI, Jakarta Anies Baswedan. Anies menegaskan, tidak ada orang yang tak bisa digantikan.

“Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang irreplaceable (tak tergantikan), every one is replaceable. Mundur boleh, nggak mundur boleh silakan. Be professional,” kata Anies di Intiland Tower, Jl Jend Sudirman 32, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018) kemarin.

Anies sekaligus meminta Marina untuk bersikap profesional. Anies mengaku, menghargai profesionalisme seseorang, “Saya mengatakan jadilah orang yang profesional, kita menghargai profesionalisme itu saja. Anda lihat saja berapa bulan ini kita hormati orang-orang profesional,” lanjut Anies.

Penulis: Edu
Editor: Hendrik JS

Previous articlePeraturan Cuti Bersama PNS Dibuat Dua Kali, Ini Penyebabnya
Next articleIni Sembilan Penyebab Bengkaknya Hutang RI versi EmrusCorner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here