Pasca Ahok, Trend Perceraian Pejabat Publik Meningkat

Ilustarsi Perceraian Dalam Pernikahan,

Jakarta, PONTAS.ID – Banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan pelik rumah tangga, kawin cerai pun sudah tergiang di dalam kuping masyarakat yang mendengarnya dengan kaber yang sangat memprihatinkan dalam kehidupan bahterai rumah tangga. Pekan lalu beredar dua berita yang menghebohkan dunia politik di Indonesia. Yakni beredarnya foto-foto adegan syur yang diduga mirip Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membuatnya batal ikut Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) 2018, dan mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjadi terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggugat cerai istrinya Veronica Tan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). ‎

Kedua berita tersebut dianalisis oleh Ketua bidang pemenuhan hak anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI‎) Reza Indragiri Amriel. Berdasarkan sejumlah studi pada 2013 yang dilakukan Reza, ditemukan bahwa ‎perceraian di kalangan politisi parlemen dua kali lebih tinggi daripada populasi umum. Begitu juga bahwa jumlah skandal seks bertambah secara dramatis.

Menurut Reza, ekspektasi terhadap politisi yang bermoral sempurna memang sangat tinggi selama masa kampanye, dimana pada 2013 itu lagi ramai-ramainya kampanye Pilkada dan Pemilu 2014. Tapi mendekati momen pencoblosan, lanjutnya, ekspektasi itu cenderung turun serta masyarakat atau pemilih menjadi lebih pragmatis.

“Terbukti, cuma 11 % konstituen yang merasa berat memilih kandidat yang bercerai. Terhadap calon yang punya skandal seks, 40-an % masyarakat tidak akan memilihnya. Perceraian tampaknya lebih bermoral ketimbang perselingkuhan di mata khalayak,” kata Reza Indragiri Amriel, Jakarta, Senin (8/1/18).

Lebih lanjut Reza yang juga pakar psikologi forensik ini berpendapat bahwa kasus perceraian dan skandal seks memiliki konsekuensi terburuk. Salah satunya yang sangat mungkin terjadi serta yang paling menjadi korban yakni anak-anak. Padahal anak-anak ini dinilainya butuh‎ stabilitas sebagai syarat lingkungan pengasuhan yang kondusif bagi proses tumbuh kembangnya.

‎Ia pun tidak bisa membayangkan apabila situasi sebaliknya di alami oleh anak-anak. “Orang tua semula digadang-gadang menjadi pemimpin politik. Mendadak terempas, masuk hotel prodeo. Lainnya, sesaat dielu-elukan sebagai panutan, kemudian terjun bebas karena ketahuan main perempuan. Berlanjut dengan perceraian. Sistem keluarga porak poranda. Kehidupan bak roller coaster sangat tidak ideal bagi perkembangan anak,” paparnya.

Reza menambahkan, perceraian bukan menjadi titik akhir dari masalah. Sebagaimana kasus dengan jumlah tertinggi yang masuk ke LPAI, huru-hara perceraian berlanjut ke perebutan kuasa asuh yang berkepanjangan. Puncaknya, akses anak untuk bertemu salah satu orang tua disumbat total oleh orang tua yang lain. Anak seolah menjadi yatim/piatu, justru ketika kedua orang tuanya masih ada.

“Mari kita ramal pasca kontestasi politik, masalah-masalah rumah tangga bakal membludak,” tutupnya.

Bukan Urusan Publik

‎Berita gugatan perceraian Ahok dengan Veronica Tan juga mendapatkan komentar dari dosen komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) yang dikenal sebagai pendukung Ahok, Ade Armando. Menurutnya, perceraian adalah hal yang memprihatinkan dan berat untuk dijalankan. “Saya bersedih karena Ahok, Veronica dan anak-anak mereka adalah kumpulan manusia yang dikorbankan karena Ahok berusaha menegakkan kebenaran dan melawan kezaliman,” kata Ade Armando, dalam akun facebooknya, Minggu (7/1/2018).

Namun Ade percaya bahwa cobaan hidup adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia. “Allah justru akan memberikan cobaan demi cobaan pada manusia yang berusaha menegakkan perintah-perintahnya di dunia ini. Ahok dan keluarga sedang menghadapi cobaan untuk naik ke kelas berikutnya,” ujarnya.

Tentang alasan perceraian, menurutnya itu menjadi urusan mereka karena Ahok dan Veronica sudah dewasa dan tahu apa yang terbaik bagi diri mereka dan keluarganya. “Urusan keluarga bukanlah urusan publik,” ungkapnya.

Ade yang kini sedang bermasalah hukum dengan kepolisian akibat kasus dugaan pencemaran nama baik imam besar FPI Habib Rizieq Shihab ini juga mendoakan Ahok dan Veronica. “Stay strong pak Ahok. ‎Stay strong bu Vero. Stay strong Nathania, Nicholas, Daus. Percaya deh, Allah tidak akan membebani cobaan di luar kemampuan kita,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here