DPR Pertanyakan Pengisolasian Setnov di Tahanan oleh KPK

Setya Novanto usai diperiksa KPK

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) yang tidak memperbolehkan kolegannya baik di partai maupun sesama anggota DPR menjenguk Setya Novanto ditahanan.

“Saya mendengar kabar dan juga menerima surat tentang keadaan Ketua DPR Setya Novanto itu diisolasi penuh dan tidak boleh didatangani oleh orang-orang.

Saya dengar banyak anggota DPR yang minta bertemu, tidak dibolehkan bertemu,” kata Fahri saat dihubungi, Rabu (6/12/2017).

Fahri pun menyampaikan, pernah mengusulkan agar dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah tahanan di KPK untuk mengecek kebenaran itu. Apalagi dikabarkan hanya istri Setya Novanto hingga kuasa hukum yang diizinkan menjenguk Ketua DPR ini.

“Saya pernah mengusulkan, seharusnya sidak saja. Tapi KPK ini memang aneh, ikhtiarnya mengisolir Novanto sehingga yang boleh bertemu itu hanya istrinya dan lawyernya,” ujarnya.

Disisi lain, dengan diisolasinya Setnov cukup menjadi tanda tanya besar. Terlebih, Fahri mendapat informasi jia Ketum Golkar ini sedang dirayu-rayu agar mau menjadi Justice Collaborator, seperti Nazaruddin dan Andi Narogong.

“Saya nggak tahu motifnya apa, tetapi ini sangat disayangkan. Karena di era reformasi seperti sekarang ini masih ada penegakan hukum yang tidak mengindahkan hukum acara. Padahal, haka-hak orang dalam konstitusi dan hukum acara itu sangat dilindungi, tetapi oleh KPK semuanya ditabrak. Ini catatan berikutnya, yang laporannya sudah diterima oleh Pansus Angket KPK DPR RI,” tegas Fahri yang juga politikus PKS ini.

Pertimbangan Penyidikan

Terpisah saat dikonfirmasi perihal adanya isolasi dilakukan pihak KPK kepada Setya Novanto. Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha membenarkan hal tersebut.

“Kalau untuk pihak-pihak lain yang menjenguk memang ada permohonan dan ditolak oleh penyidik,” ujar Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/12).

Alasan penolakan, lanjut dia, karena pertimbangan penyidik. “Pokoknya demi proses kelancaran proses penanagann perkara. Secara umum begitu. Untuk detailnya tak bisa disampaikan,” tuturnya.

Namun Priharsa membantah jika Novanto dilarang untuk dijenguk siapapun. “Yang perlu diklarifikasi, SN tak diisolasi,” tegas dia.

Novanto, katanya, bisa dijenguk sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Yakni pada Senin dan Kamis. Tetapi, yang boleh menjenguk Novanto adalah mereka yang namanya ada di dalam daftar jenguk dan disetujui penyidik.

Soal pernyataan kuasa hukum Novanto bahwa KPK menolak dokter dan rohaniawan yang diajukan, Priharsa menegaskan itu tidak benar. “Yang perlu diklarifikasi saat ini belum pernah ada surat meminta jenguk dari rohaniawan maupun dokter,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mengizinkan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menjenguk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, pagi tadi. Alasan ditolaknya Idrus lantaran namanya belum terdaftar sebagai penjenguk.

Hal ini dikeluhkan Idrus pada kuasa hukum Setnov, Otto Hasibuan.

“Ada keluhan pak Idrus sebagai Plt Golkar (ditolak jenguk Setnov), sebenarnya pengen ketemu pak Novanto, wajar dong,” kata Otto di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Setelah mendengar keluhan Idrus, Otto langsung menyampaikan kepada penyidik KPK yang kemudian meminta Idrus didaftarkan terlebih dahulu sebagai penjenguk.

“Penyidik menyatakan ‘tolong bikinkan surat, sampaikan kepada pak Idrus dan pihak yang ingin bertemu supaya bikin surat dulu, jangan langsung datang’,” ujarnya.

Previous articleAsian Games 2018 Diberi Suntikan Dana 9 Perusahaan Swasta
Next articleLiga Champions: Madrid Tetap Bermain Cantik di Laga Terakhir Grup H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here