Bikin Meme Ancam Jokowi, Pria Ini Dibekuk Polisi

Jakarta, PONTAS.ID – Bareskrim Polri membekuk pengguna media sosial Facebook yang dianggap menghina Presiden RI Joko Widodo. Pelaku bernama Cahyo Gumilar (40), itu dibekuk Senin (4/12/2017).

Dia ditangkap terkait unggahan beberapa meme Presiden Jokowi di Facebook dengan nama akun Cahyo Gumilar.

Pelaku mengunggah sebuah foto yang berisi adegan seorang pria berbaju putih lengkap dengan peci memegang senapan laras panjang.

Di samping pria berbaju putih itu terlihat seseorang yang berpakaian serba hitam dengan penutup kepala mengacungkan belati sembari memegang baju pria berbaret merah.

Pria berbaret merah yang mirip dengan Presiden Jokowi itu dalam posisi berjongkok. Di dalam foto itu tertulis “Jadilah Muslim yang Berani Melawan Penguasa Dzalim”.

“Akun ini berisi pengancaman dan menakut-nakuti, SARA serta penghinaan terhadap lembaga negara. Pelaku ditangkap di Perum Pamulang 2, Tangerang Selatan,” kata Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Selasa (5/12/2017).

Telah dilakukan penggeledahan di rumah pelaku dan dilakukan penyitaan barang-barang yang diduga terkait dengan tindak pidana yang disaksikan oleh ketua RT setempat bersama saksi lainnya.

Yang disita adalah HP Vico, laptop merek Toshiba, hardisk merek Toshiba, handycammerk Sony, sebuah kamera digital merk Samsung, sebuah pedang, dan sebuah bendera Tauhid warna hitam.

Juga sebuah bendera Palestina, tiga buah bendera LPI (sayap FPI), sebuah rompi hitam bergambar bendera Palestina, KTP, dan beberapa identitas lainnya.

“Hasil interograsi sementara di lokasi Cahyo mengakui seluruh perbuatannya. Dia yang telah mengedit seluruh foto dan mengunggahnya di akun Facebook miliknya,” jelasnya.

Motivasi pelaku melakukan perbuatan itu adalah sebagai panggilan jiwa. Menurutnya hukum pada saat ini berat sebelah karena telah melakukan kriminalisasi terhadap para ulama

Pelaku dikenai pasal menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Juga dijerat pasal dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasaan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi dan/atau dengan sengaja menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.

Ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) Jo 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45B Jo Pasal 29 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 207 KUHP.

Selanjutnya akan dilakukan berita acara pemeriksaan secara mendalam serta koordinasi dengan saksi ahli untuk dapat atau tidaknya pelaku dilakukan penahanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here